Mengapa Lagu Kamu Harus Diputar di Radio?

IMG_2598

Tidak semua materi lagu bisa didengarkan dengan nyaman apalagi sampai nyangkut dalam memori seseorang, tidak semua lagu dan jenisnya pula bisa didengarkan kapan saja dan dimana saja.

Radio adalah sebuah media yang dulunya dirancang hanya sebagai bilik informasi satu arah, namun berkembang cepat sekali hingga menjadi sebuah kata sakti dalam bidang industri perkomunikasian. Radio adalah tak lagi hanya sebuah seruan akan pentingnya sebuah informasi, namun lebih jauh lagi, radio adalah sebuah prospek cerah bagi perkembangan budaya dan seni.

Dari Wikipedia, Radio adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik (gelombang elektromagnetik), sedangkan secara gampangnya, Radio adalah siaran (pengiriman) suara atau bunyi melalui udara. Sangat sederhana dan jelas maknanya.

Bermula dari rangkaian kata-kata sederhana itulah sebenarnya kekuatan sebuah ‘radio’ terbangun. Aspek teknologi yang berkembang ternyata bukan jadi masalah radio unjuk kekuatan. Secara kuantitaspun, radio bertambah layaknya jamur di musim hujan, dimana-mana orang mengagung-agungkan radio sebagai sarana hiburan murah meriah namun selalu dirindukan.

Radio: Antara Berita & Lagu

Gampangnya, radio bisa ditelaah menjadi 2 bagian besar yang sebenarnya saling mengisi, yaitu berita (news) dan lagu, atau dengan pengelompokan versi lain: radio adalah news dan entertainment, berita dan hiburan. Berita atau news radio dikonotasikan sebagai radio yang ‘serius’, menggunakan pola bertutur yang baku dan rapi, mengutamakan penyajian berita yang ‘berat’ semisal berita politik, ekonomi dn sejenisnya dengan imbuhan lagu-lagu dengan segmentasi dewasa, sementara disisi seberangnya, radio ‘hiburan’ adalah radio yang penyajiannya mengutamakan playlist lagu-lagu yang biasanya update dengan imbuhan informasi yang ringan, dan kadang bisa dibilang ala kadarnya.

Informasi dapat diperoleh dari sumber mana saja, baik yang akurat maupun yang tidak akurat a.k.a gosip, anytime anywhere, kadang kita cukup hanya menggerakkan jari jemari diatas display smartphone masing-masing. Radio yang beroleh sumber kerap langsung bisa secara instan memforward berita itu untuk didengarkan langsung dan menjadi bahan reverensi pendengar. Radio juga bisa mengakses sumber berita secara langsung, ke sebuah lembaga atau perorangan dan membungkusnya kembali secara cepat untuk dinikmati masyarakat, sementara disisi seberang, radio yang mengutamakan sajian lagu dituntuk untuk mampu membuat pendengar berimajinasi lebih dan hanyut akan suasana yang dibangun oleh lagu-lagu dalam rangkaian play list yang telah disiapkan sebelumnya, dan seringkali disisipi juga oleh berita-berita ringan namun harus update.

Pengelompokan radio secara gamblang diatas mungkin juga berat sebelah bagi sebagian orang, atau mungkin juga tak sama, namun, percayalah, muaranya akan kesitu juga 😉 dan sudah begitu, pilihan akhirnya ada ditelinga kamu, mau mendengarkan yang mana.

Lagu Kamu Sudah Diputar Di Radio?

Pertanyaan ini sih klasik, dan akan makin klasik ditahun-tahun mendatang. Penting bagi yang merasa bahwa radio itu juga adalah sebuah media pengantar pesan yang baik dan bisa dipercaya.

Di jaman lagu bisa didapatkan secara cepat dan bisa diakses dari berbagai sumber, peran radio sebenarnya semakin terjepit juga, karena buat sebagian orang, sumber yang terlalu mudah bisa jadi sangat menguntungkan. Sebagian orang tidak lagi merasa penting mendengarkan radio dan tidak lagi merasa radio itu dibutuhkan. Sebagian orang lebih memilih menyusun sendiri playlistnya dan dinikmati kapan saja, namun saya percaya bahwa sebagian lagi masih menaruh harapan tinggi bahwa radio adalah sumber terdepan untuk mendengarkan berbagai macam lagu dari berbagai genre, berbagai bahasa dan berbagai jenis tanpa membuang waktu untuk menyusun playlistnya sendiri.

Sebuah tantangan besar dihadapi radio, belum lagi jika berhadapan dengan kondisi terkini bahwa radio digital mulai rajin mengintip peluang untuk menggasak versi konvensional.

Lagu-lagu yang diputar dan terputar diradio adalah barang yang mahal dan akan tetap mahal sampai kapanpun, karena fungsi ‘pengantar pesan’ radio adalah mutlak. Radio mempu membangkitkan aura romantisme antara berbagai pihak yang mendengarkan sebuah lagu terputar, jika pihak radio mampu mengemas lagu-lagunya bukan hanya sebagai deretan daftar dari atas sampai bawah tentunya.

Para pemusik, seniman, pencipta lagu, label rekaman, managemen artis akan tetap membutuhkan sarana ini untuk mendekatkan karyanya kepada masyarakat luas, hingga masyarakat tergerak untuk mendapatkan karya tersebut (legal atau ilegal bukan urusan radio sebenarnya), karena memperdengarkannya secara langsung akan memiliki bobot yang tidak sebesar dengan memperdengarkannnya dengan memakai jasa pihak radio sebagai media perantara. Radio dalam hal ini adalah media untuk berpromo yang paling tepat, cepat, dan paling luas jaringannya secara kuantitas se-Indonesia!!

Belum lagi jika radio mampu mempertanggungjawabkan keeksisannya dalam sebuah kumpulan tangga lagu, yang tentu saja harus juga berdasar dari seberapa banyak sebuah lagu diputarkan dan diminta oleh pendengar, akan makin menguatkan bobot sebuah lagu bersangkutan.

Jika diperlakukan secara normal, sebuah radio dengan komponen dan sdm dengan segmentasi dan format yang tepat juga, sebuah lagu akan kuat melanggeng dan akan terbeli dengan sendirinya, karena radio punya tanggung jawab bukan sebatas memutarkan tapi juga menguatkannya sebagai sebuah produk yang layak dikonsumsi telinga.

Hingga sebuah lagu ada di posisi ‘wajib dibeli’ atau ‘didownload’ atau sekedar didengarkan adalah mutlak hasil usaha yang dilakukan bersama-sama antara pemilik lagu yang bersangkutan dengan campur tangan media dalam penyiaran dan penyebarluasan misinya. Karena saya dan mungkin sebagian orang yang lain sampai sekarang belum mampu mendefinisikan lagu yang bagus itu yang bagaimana, karena sifatnya sangat personal dan kadang bergantung juga pada trend yang sedang berputar.

Namun bagaimanapun juga, sebuah lagu atau karya seharusnya tetap mempunyai peluang yang sama untuk diperdengarkan dan diputarkan, radio hanya berkewajiban untuk membuat batasan apa dan yang mana yang bisa dan yang mana yang tidak bisa sesuai kebijakan dan format masing-masing, tetapi jelas, bahwa lagu kamu, direkam dan diciptakan oleh siapapun, bernilai sama di kaca mata radio.

 

 

iko

Siasat Partikelir, Kolektif 13 Kota, Bergerak Bersama, Rapatkan Barisan!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *