Daddy’s Day Out Menari Lintas Genre Di Album Debut ‘Silver’

Daddys_Day_Out_-Silver

Album Tittle : Silver
Label : Daddy’s Records

 

Berbahagialah kita yang hidup di jaman keemasan rock era 90-an, mengapa? karena berbagai jenis atau warna atau apalah artinya (kemudian dibahasakan sebagai ‘genre’) tumbuh besar, sekaligus adalah era penyempurnaan rock metal, glam rock dan atau heavy rock yang telah subur di era sebelumnya, termasuk rock n roll yang berkembang pesat sejak 70-an, semua bertahta manis di jaman 90-an dan membius telinga sampai ke dalam otak.

Lagu-lagu rock merembes kemana-mana, hampir semua jenis tangga lagu dihampiri oleh musik yang sebenarnya berakar pertama kali dari blues ini. Dan saking besarnya gema musik rock tersebut, musisi-musisi muda jama sekarangpun masih berani mengadaptasi dasar-dasar rock, sebut saja warna ‘hitam’ yang terbukti nyaman dipadu padankan dengan segala bentuk atribut busana lainnya.

Periode emas musik rock itupun bukan hanya berlaku di Amerika sebagai tanah ‘nenek moyang’ rock atau Inggris yang rajin menyuplai band rock hits maker kemana-mana, negara kitapun, Indonesia, ketiban untung ikut bersenang-senang dengannya.

Emil Abeng, adalah nama seniman yang mengaku dan terbukti sangat mencintai jenis musik ‘lelaki’ ini. Kiprahnya sebagai anak muda aktraktif dan penuh semangat kala itu sangat ditunjang dengan berbagai macam peluang yang melekat dan datang kepadanya. Ngeband dan gaya hidupnya sangat bercorak ‘rock n roll’, begitupun penampilan kesehariaanya. Berbagai usaha yang diyakininya mampu mendukung kesukaannya akan musik rock digeluti dan dijalankan. SOG salah satu contoh, adalah band yang ditelurkan dari semangat serta pengalamannya.

Kiprah Emil dalam dunia musik rock sempat mengalami kemunduran seiring perkembangan karirnya dibidang usaha yang lain. Pertengahan ke akhir 2000-an adalah masa-masa dia harus meredam hasrat menggebu-gebunya untuk memainkan dan terlibat dalam musik yang sangat dikaguminya, hingga menjelang 2015 kemarin, tembok besar bernama ‘politik’ pun teryata tak lebih kuat menandingi raungan gitar memekakkan telinga yang ia percaya adalah belahan jiwa terbaiknya.

Emil pun bersiap untuk terjun kembali ke ranah hingar bingar, mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung untuk melanjutkan hasrat terpendam, hingga sebuah nama unik melesat keluar, ialah Daddy’s Day Out.

Melakoni proses penciptaan lagu, aransemen, rekaman, pemilihan dan pembuatan logo termasuk cover art hingga label + manajemen kemudian dijalankan bersama beberapa kerabat. Desember 2014 2 lagu dirilis duluan dibawah label rekaman Milisi, hingga hampir setahun kemudian di gelaran Rock In Celebes tahun 2015 kemarin saya dihadiahi sample cd album debut Daddy’s Day Out berjudul ‘Silver’.

 

Album Silver, Memuat Hampir Semua Warna Rock

Silver memuat 8 track yang kesemuanya lahir dari ide dan pengalaman Emil dan kawanannya (Rico sebagai penggebuk Drum yang sempat merekam karya diberbagai band, gitaris Ivan yang sebelumnya malang melintang di scene rock Bandung dan Iskandar yang lebih terkenal kerap memainkan musik jazz). Devil’s Bossa & Penny In My Pocket adalah 2 lagu yang telah dirilis duluan adalah buah kecermatan dan aransemen yang rapi, dimana Devil’s Bossa adalah lagu bersemangat dengan selipan swing di beberapa bagian, sementara Penny In My Pocket yang berdurasi 3 menit 19 detik terhitung kuat dibagian chorus.

Leave It, track kedua sangat kental memuat gaya hip metal ala Rage Against The Machine dan alternative 90-an adalah lagu favorit saya dialbum ini, dengan Iskandar mengambil peran yang yang cukup menantang terutama dibagian interlude. Pola yang mirip juga saya dengar untuk track Desire namun lebih ngepop dibeberapa bagian.

Emil sebagai musisi sangat memuja rocker 90-an kemudian bernostalgia di lagu Now I Know. Gaya bernyanyi Ozzy Orbourne kental terasa di lagu ini, warna Motley Crue pun sangat mendominasi yang syukurnya fasih dipetakan oleh Ivan dalam isian gitarnya. Untuk penyuka 90-an sejati dan fans berat Vince Neil dan John Corabi, lagu ini bisa jadi akan disukai dan dikenang lama.

Kejutan pun berlanjut dengan kentalnya corak grunge di track berjudul You. Raungan gitar Ivan dan Emil terdengar mantap bersahut-sahutan. Lirik lagunyapun khas, kelam & menyimpan amarah : Am I Your Enemy? Am I The Victim? Am I Still On Your Mind? Or Forgotten? ini berkelas!!

Track ke-8 berjudul Stand memuat vokal gahar Tyo vokalis Zifactor yang menyuntikkan semangat rock dari sisi yang berbeda, sebuah lagu tentang persahabatan dan persaudaraan terbungkus rapi dengan semangat meluap-luap, sementara track sebelumnya berjudul So Long terdengar lebih ngepop dari semua track di album Silver ini, untuk telinga anak muda jaman sekarang mungkin akan terdengar lebih bisa ditelaah dan diterima.

Kelar mendengarkan dan membedah 8 track di album ini, saya cukup berani merekomendasikannya untuk kalian semua, meski untuk pemilihan cover album saya agak menekuk alis untuk mencernanya, agak bingung menelaah filosofi apa yang coba disampaikan oleh band ini, disisi lain saya membayangkan sebuah design cover yang lebih minimalis, berwarna dasar perak mengkilap disemua sisi dan diimbuhi tulisan Daddy’s Day Out di kanan bawah dengan font yang lebih sederhana.

Selebihnya, silakan berimajinasi dan bernostalgia dengan rock menggelora di album ini, keren, saya suka, sekian 😉

 

 

iko

Siasat Partikelir, Kolektif 13 Kota, Bergerak Bersama, Rapatkan Barisan!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *