Ah, Kamu Kurang Metal!!

Krisna Sadrach

(foto daari akun facebook Krisna J. Sadrach)

 

Makin sedikit mungkin jumlah manusia yang berdedikasi 100% kepada hal yang dicintainya di negeri kita yang makin hedon ini, dari sedikit manusia itu, saya berani mengiyakan bahwa nama Krisna Sadrach ada disana.

Krisna J. Sadrach (dalam beberapa kesempatan bertemu saya menyapanya dengan nama Om Kris) adalah pribadi unik dan cenderung tertutup, kurang senang dengan hingar bingar pergaulan namun jangan tanyakan berapi-apinya dirinya jika berbicara tentang perkembangan dan industri musik rock (khususnya metal), setidaknya kesan itu yang saya tangkap darinya.

Dengan suara berat dan lantangnya, ia akan begitu lugas berbabibu tentang kesukaan dan cita-citanya membangun komunitas metal untuk menjadi lebih dihargai dan bermartabat, dengan semangat ia akan bisa berbagi (bukan hanya bercerita) tentang kegamangannya terhadap sebuah persepsi yang miring tentang musik yang dibanggakannya. Dengan agresif pula ia bisa berbicara tentang keterlibatannya dalam penggarapan beberapa band (semisal band Ungu dll) yang musiknya jauh lebih ‘lunak’ dibanding metal kegemarannya.

Krisna J. Sadrach juga meluapkan energinya ke dalam beberapa konsep produksi event (Hammersonic misalnya) yang mana ia terlibat bukan hanya dalam konteks produksi musik dan festivalnya, namun juga menyalurkan luapan ilmunya untuk membantu musisi-musisi metal dari berbagai pelosok tanah air menuju panggung terang musik metal Indonesia

 

Sucker Head, Penopang Utama Metal Indonesia

jenjang karir Sucker Head berawal pada tahun 1987 saat secara tidak sengaja terbentuk sebuah komunitas penggemar metal di Pid Pub, sebuah pub kecil di kawasan Pondok Indah, jakarta Selatan. Disinilah tiap malam minggu digelar acara konser kecil-kecilan yang dikelola secara bergantian oleh masing-masing band.

beberapa tahun berjalan, komunitas dan pergerakan ini kemudian mulai dikenal bukan hanya di Jakarta, namun gaungnya berhembus sampai keluar Indonesia seiiring terbentuk dan makin eksisnya banyak band dari kawasan itu, yang salah satunya adalah Sucker Head yang awalnya digawangi oleh Irfan Sembiring, gitaris yang kemudian berjaya dengan band Rotor, Krisna J Sadrach yang menggamit bass dan Yaya Wacked yang menjadi vokalis, yang kemudian dilengkapi dengan bergabungnya Nano (gitar) dan Dodi (drum)

Dengan formasi yang kerap berganti, Krisna tetap menjadi motor utama Sucker Head, hingga pada tahun 1992 mereka mulai mengumpulkan materi untuk direkam dan tiga tahun kemudian terwujud dengan debut album berjudul The Head Sucker.

Album Manic Depressive (1996), Paranatural (1998), 10 th Agresi (1999) dan Hipertensi (2004) tercatat dalam tinta emas perjalanan musikalitas Sucker Head sebagai penopang utama musik metal Indonesia era 90-an dan awal 2000-an, dengan Krisna memegang tongkat komando pergerakan meskipun aroma persaingan di skena metal juga cukup kencang, namun semangat dan keyakinannya membuat nama Krisna J. Sadrach tetap melegenda sampai saat ini sebagai the Goodfather of Indonesian Metal Music.

 

Beberapa tahun terakhir memang santer tersiar kabar bahwa Krisna J. Sadrach mengalami sakit yang lumayan parah, namun dia sendiri juga jarang dan enggan memberikan informasi lengkap mengenai rekam medisnya yang bermasalah. Krisna lebih memilih untuk vokal meluapkan keinginannya untuk membangun skena metal. Hammersonic dan Revision (organizer pertunjukan musik) adalah 2 sarana yang dibangunnya sebagai jembatan kearah yang lebih baik, hingga hari ini, 2 Agustus 2016, legenda metal itupun tak kuasa menahan rindu Tuhannya kepadanya. Krisna J. Sadrach atau Mohammad Ridwan Khrisna berpulang, meninggalkan banyak metalhead yang mengaguminya, karena ia bukan saja pelakon utama, namun luapan energi metalnya belum punya tandingan sampai saat ini.

Pernah dalam sebuah kesempatan bertemu di Jakarta, saya berbincang tentang banyak hal dengannya. Saya adalah salah satu penggemar setianya, penyuka sosoknya yang diam, tak banyak bicara namun banyak berisi ilmu yang bermanfaat. Saat itu juga kami sempat berbincang tentang gejala bersosial media dalam wujud path, dan supriseeee, ternyata dia sering membaca ulasan singkat saya tentang musik atau lagu, tapi ada satu hal yang akan saya ingat sampai kapanpun saat dia berkata: Ah, Kamu Kurang Metal!! sambil tertawa kecil.

Dunia metal tanah air tak ayal berkabung hebat hari ini, ia yang begitu dipuja dan disegani kini sedang dalam pencapaian paling mulia, terbang tinggi menemui penciptanya.

Selamat jalan om Kris, dedikasimu akan selalu saya kenang.

 

iko

Siasat Partikelir, Kolektif 13 Kota, Bergerak Bersama, Rapatkan Barisan!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *