Untuk Kalian Yang Bernama Billboard, Poster, Spanduk Dan Sejenisnya

Kita saat ini hidup di jaman sampah visual. Di sekeliling kita, kiri kanan depan belakang tak habis pandangan kita untuk tidak melihat deretan visualisasi yang dituangkan kedalam media publikasi dengan berbagai bentuk. Coba berjalanlah sejauh 1 km sambil melihat kiri kanan, niscaya kita akan melihat minimal sebuah baliho dan mungkin saja belasan spanduk, banner, billboard dan bentuk lainnya.

Hampir semua dari bentuk tersebut diatas adalah sebuah sajian promosi. Adalah mutlak untuk memaparkan maksud, visi dan tujuan seseorang, sebuah benda, satu produk dan lain sebagainya untuk beroleh perhatian. Promosi adalah sebuah usaha kuno untuk usaha berolah manfaat moril dan materiil.

Dalam semua bentuk usaha yang bernilai ekonomi, sebuah kegiatan atau usaha harusnya memperolah manfaat. Perbandingan antara permintaan dan ketersediaan adalah santapan sehari-hari. Nilai sebuah barang atau materi sangat bergantung kepada syarat tersebut. Sebuah barang akan bernilai lebih jika permintaan banyak namun ketersediaan terbatas. Simple sekali.

Diantara 2 unsur sakti itu, terselip sebuah kata yang bernama ‘promosi’. Barang akan bernilai dan dinilai lebih juga sangat bergantung dari kegiatan promosi yang dilakukan untuk melariskn barang tersebut. Promosi bisa berjalan secara tak terduga jika melibatkan banyak manusia lain yang secara tidak sengaja turut berpromo dan menaikkan nilai sebuah barang. Promosi dilakukan manusia dengan menggunakan sarana dan prasarana yang memadai untuk memperolah hasil yang diinginkan. Masalah kepuasan bisa bernilai abu-abu jika hanya merunut pada kuantitas belaka, namun itulah yang terjadi, karena bentuk promo yang baik juga belum tentu menuju kepada kepuasan kualitas.

Berbagai daya dan upaya yang dilakukan pihak yang berpromo. Baik atau buruknya usaha tersebut juga bukan masalah selama yang dikejar tercapai. Promosi dalam artian yang lebih lugas adalah kegiatan untuk menarik perhatian dari pihak lain untuk kemudian pihak tersebut akan berupaya untuk memiliki barang yang ditawarkan tersebut.

Saya sama sekali bukan ahli ekonomi, bukan pula ahli promosi, namun saya secara sadar juga punya penilaian atas segala bentuk promosi yang ditawarkan, langsung atau tidak langsung, atau yang saya lihat dan cerna, dan apakah saya tertarik terhadap bentuk promo tersebut? itu bukan soal, karena sayapun punya keinginan dan kebutuhan, hingga saya secara sadar adalah tujuan akhir dari kegiatan berpromosi itu. Jika yang dipromosikan berbentuk barang, dan jika saya tertarik untuk membeli atau memilikinya, maka secara otomatis, promosi berjalan sukses.

Namun, promosi atau penyampaian pesan ini juga berlaku untuk barang non ekonomis. Penyampaian untuk mengajak serta seseorang atau sekelompok orang juga butuh strategi yang baik agar penyampaian informasi bisa dipastikan sampai kepada orang atau group yang tepat.

Sebagai orang awam pula, ada beberapa poin menyoal kegiatan promo dan bentuk penyampaian lainnya yang bisa saya paparkan dalam bentuk celotehan seperti berikut:

img_20161206_131010

Ini adalah sebuah bentuk penyampaian yang fotonya saya capture sendiri tadi siang. Dipasang disebuah jalan ramai di kota Makassar. Secara kasat mata, penyampaian dengan metode seperti ini adalah hal yang wajar, yang menurut saya tidak wajar adalah titik dari wahana ini terpasang. Dengan arus kendaraan yang lewat dibawahnya sangat padat, penyampaian pesan dengan bentuk font yang kecil adalah sebuah ketidakwajaran. Banyak penyampaian yang sangat penting seperti ini terhitung sia-sia dan bikin saya berani bertaruh, pesan yang disampaikan akan sangat tidak efektif dan tidak tepat sasaran. Belum lagi karena billboard ini terletak ditengah, bukan diperempatan jalan hingga kemungkinan orang yang melintas dibawahnya untuk sekedar singgah pun sangat kecil. Belum lagi berkilah tentang tidak adanya gambar atau pola yang menarik dalam wadah tersebut.

Score dari saya adalah: 5 dari kemungkinan 9 alias gagal total!!

img_20161206_122821

Sementara itu, di ruas jalan yang sama, namun juga bukan diperempatan jalan dimana orang berpeluang untuk melihatnya dengan jelas, terpampang promo sebuah perusahaan penerbangan swasta ini.

Design yang relatif simple, dengan penempatan foto pramugari adalah sebuah strategi usang namun percayalah, masih relatif aman untuk beroleh atensi. Tagline yang dipajang juga singkat, Memanjakan Perjalanan Anda, adalah sebuah bentuk promosi above the line yang cukup jitu. Produk mengajak serta calon pembeli atau pengguna untuk merasakan apa yang ditawarkan dalam taglinenya, masalah nantinya tercipta kepuasan atau ketidakpuasan adalah masalah belakang, yang penting orang penasaran lebih dulu untuk mencobanya.

Score dari saya adalah: 7,5 dari kemungkinan 9, alias baguuusss!!!!

img_20161206_122738

Sementara itu,  ini adalah contoh billboard dari sebuah produk tembakau papan atas dalam negeri. Sama sekali tidak menampilkan produk atau brand namun cukup diwakilkan oleh simbolik sebuah huruf. Pihak brand tau betul bahwa sangat bejudi untuk tidak menampilkan nama brand (dan juga keterbatasan oleh aturan pemerintah terhadap industri tembakau yang ketat) namun dengan design dan tagline yang menantang (serta iming-iming yang ditawarkan secara langsung pastinya).

Persaingan dalam upaya menggeruk penikmat tembakau memang termasuk yang paling terasa (selain kompetisi provider telekomunikasi) di Indonesia. Brand dan merk mengeluarkan segala daya dan upaya untuk melibas kompetiter dan menawarkan hal-hal berbau petualangan karena hal ini sangat digandrungi oleh anak muda. Road To USA saya jamin akan menjadi sebuah hal yang menarik untuk dicermati dan anak muda biasanya akan segera mencari tahu tentang hal tersebut. Cukup memuat laman website atau akun sosmed, dan jreng…. tunggu hasilnya.

Score dari saya adalah: 8 dari kemungkinan 9, alias bagus bangeeeettttt!!!!

Design yang pas dan menarik, pemilihan warna dan font, pemanfatan media yang sewajarnya serta pemilihan karakter dan gaya bahasa yang menarik adalah beberapa konten lain yang memungkinkan bentuk promosi bisa menarik disajikan dan menarik disimak. Hindari untuk membuat giant banner, billboard atau baliho yang memuat terlalu banyak tulisan, cukup mengandalkan pesan utama dan cara untuk mengakses pesan itu.

Spanduk pun demikian, karena jangan pernah berharap pemakai jalan untuk singgah untuk memelototi pesan yang disampaikan lewat media promo tersebut.

Lain hal untuk media promosi yang dipasang dengan memuat foto, apalagi jika melewai batas proporsional, pasti media promosi itu akan mengganggu, apalagi jika secara konten malah tidak berhubungan sama sekali dengan apa yang coba diberitakan oleh media promosi bersangkutan.

 

 

iko

Siasat Partikelir, Kolektif 13 Kota, Bergerak Bersama, Rapatkan Barisan!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *