John Mayer Meminta Kita Bersenang-Senang

john-mayer-wave-one

Di jaman ini kadang kita harus percaya bahwa ada orang yang diciptakan untuk membuat orang-orang yang lain bersenang-senang.

 

Saya percaya bahwa John Mayer yang sampai sekarang sudah merilis 24 buah single (sejak No Such Thing di tahun 2002) adalah perpaduan antara beragam teori yang berujung keindahan dan kesejukan. Saya juga yakin bahwa John Mayer yang telah merilis 6 full album studio (sejak Room For Square di tahun 2001) adalah sebuah kenyataan bahwa dia adalah bentuk kongkrit dari ‘bersenang-senang adalah hak banyak orang’

John Mayer adalah teladan bagus bagaimana musik berevolusi layaknya air yang diturunkan kedalam banyak bejana dan terus mengalir menemukan ujungnya.

John Mayer adalah produk musik langka yang berbungkus kepolosan kala mengumandangkan Why Georgia dan Your Body Is Wonderland, kemudian menukik tajam kala merilis Gravity lewat kantong album gelapnya ‘Continium’ dan kemudian nyaris flat di album ‘Where the Light Is’ dan ‘Battle Studies’ sampai ‘Born and Raised’, 3 buah album yang hampir saja membenamkan namanya dan mengurasi karirnya hingga tak tersisa, kecuali kehidupan cintanya yang tetap menyala terang dengan Jennifer Love Hewitt, Taylor Swift, Katy Perry sampai Jennifer Aniston berderet hinggap disisinya.

Terus terang, 3 album tersebut pun hampir luput dari ingatan saya, dan lebih parahnya sempat menghilang dari daya ingat saya, mungkin saking flatnya. Cuma lagu ‘Who Says’ yang lumayan kuat menancap ditelinga.

John Mayer juga adalah musisi pandai yang telah menggenggam 7 buah Grammy lewat keindahan melodi lirik yang dibuatnya, dan tentu saja aransemen-aransemen lagu yang dibuatnya mendunia, prestasi dan prestise adalah 2 mata sisi uang yang secara tidak sadar telah lama direngkuhnya.

‘Wave 1’ kemudian adalah jembatan yang menghubungkan banyak arah dan sekaligus titik balik dari semua pencapaiannya sebelumnya. ‘Wave 1’ adalah lembaran pertama dari project terbarunya yang diberi nama ‘The Search of Everything’ berisi 4 lagu dengan ‘Love on the Weekend’ dilempar duluan ke pasaran sekitar sebulan setengah lalu.

4 buah track yang direkam John Mayer dalam Wave 1 ini adalah pilihan-pilihan ambisiusnya untuk menjadi songwriter terbaik di muka bumi. Dalam beberapa kesempatan, ia juga menekankan bahwa butuh waktu yang panjang untuk menjadikan Wave 1 sebuah pembuka bagi album fullnya yang juga akan segera dirilis, mungkin lebih panjang dari rentang rilisan album terakhirnya ‘Paradise Valley’ di 2013 silam. Ia juga menjanjikan bahwa rekaman ini (Wave 1) dan album fullnya nanti adalah kumpulan lagu-lagu melankolis yang ia rasa akan lebih nyaman dinikmati jika disajikan lebih akustik dan lebih soft. Lagu-lagu yang akan mendominasi album anyarnya nanti diyakininya adalah hal yang sedikit banyak tidak ia maksimalkan dimasa lalu namun akan menjadi ‘pukulan mematikan’ saat nanti dirilis.

‘Moving On Getting Over’ adalah track nyaman yangs sangat dipengaruhi pergaulannya dengan musisi lawas selevel Grateful Dead dan sangat terinspirasi oleh group favoritnya juga yaitu Fleetwood Mac, hingga Moving On Getting Over tercipta sangat beraroma pop blues 70-an, sementara track ‘Changing’ adalah lagu yang sangat mengingatkannya akan kehidupan. ‘Changing’ adalah termasuk lagu yang paling menyentuh sisi spiritualnya bahwa tua muda bukan masalah, karena setiap orang akan mengalami banyak perubahan dalam hidupnya.

‘You’re Gonna Live Forever In Me’ sementara itu adalah sebuah lagu yang bercerita banyak tentang emosi-emosi yang hadir dalam kesehariannya, sementara ‘Love On The Weekend’ yang tengah naik belakangan ini adalah suguhan lirik-lirik ‘sunny pop rock’ ceria yang menggambarkan kesehariaan yang dinamis. Lagu ini mungkin termasuk lagu terbaik yang pernah digubahnya, dan juga sebagai tanda bahwa memang ia, John Mayer, diciptakan untuk membuat orang-orang lain berbahagia 😉

 

iko

Siasat Partikelir, Kolektif 13 Kota, Bergerak Bersama, Rapatkan Barisan!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *