Secondline, Sebuah Pesan Menyambut Pagi.

IMG_4294

 

Adalah hal yang biasa jika sebuah group band terbentuk dari keseharian dan pertemuan yang intens, apalagi jika akhirnya permufakatan tersebut berdasar dari kesamaan visi bermusik dan kemiripan ide serta nalar.

Secondline, adalah sebuah bentuk dari penggabungan dari 5 individu yang bernafas dalam nada yang sama. Kesenjangan pergaulan dan komunitas yang ada sebelumnya ternyata tak menyurutkan tensi mereka untuk membentuk sebuah unit seni degnan basic yang diseragamkan kedalam balutan pop rock ballad.

Benar adanya jika band-band nasional dengan frontman yang dominan seperti Peterpan, Padi, sampai band internasonal semacam Coldplay hingga Switchfoot kerap mendominasi hasil karya band-band yang mengurut karir setelahnya. Band-band asal kota Makassar pun jujur saja terus menerus terpengaruh dengan karakter vocal yang kuat membius.

Secondline, unit band pop rock yang terbentuk dari kesamaan visi 5 personilnya: Muhammad Ghifari, Try Sutrisno, Dedy Kurniawan, Suryaningrat Tasri dan Muhammad Irsal yang terdidik dan besar di era band-band besar tersebut diatas dengan serta merta menerima pengaruh akan bakat besar band-band yang digemarinya.

Lupakan sejenak bahwa pengaruh-pengaruh nama besar kadang bagi sebagian orang bermakna kreatifitas yang terbatasi, karena, band ini, terus terang, dengan rilisan perdana mereka bertitel Serdadu Pelangi, yang saya dengarkan beberapa hari belakangan, cukup serius mempersiapkan semua lini aransemen dan produksi lainnya, dengan tangan, pikiran dan keterbatasan yang hanya mereka sendiri yang mampu menyadarinya.

Serdadu Pelangi, EP

Dari sebuah komunitas musisi bernama kampoeng Indie, Secondline, meluncurkan sebuah karya perdana berdurasi total selama 25 menitan dengan title Serdadu Pelangi. 5 lagu yang baru saja dilepas ke pasaran ini adalah 5 track dengan isian dan aransemen yang sangat tegas menerima pengaruh besar dari band Coldplay dan Embrace, plus sedikit dari gaya gitaran Jeff Beck yang sexi.

Perjalanan Pulang, adalah track yang ditempatkan sebagai track pembuka, sebuah karya lama mereka dan telah dirilis terlebih dulu juga dalam sebuah album kompilasi. Sementara 4 lainnya adalah Menyambut Pagi, Serdadu Pelangi, Flat dan Hitam Beranjak Putih.

5 lagu yang ada dalam mini album ini memiliki garis yang sama, bercerita tentang suasana hati yang pilu, waktu yang terus berjalan, hingga sikap optimis dalam menghadapi berbagai hal. Menyambut Pagi dan Perjalanan Pulang adalah gambaran awal dari keseluruhan materi bahwa sepekat apapun kondisi yang menyelimutimu, jangan bermuram diri karena esok pagi, semua akan putih kembali.

Flat dan Hitam Beranjak Putih adalah juga mengisolasi permasalahan yang sama. Dengan tema yang hampir mirip dengan 2 lagu terdahulu (Menyambut Pagi dan Perjalanan Pulang), Flat adalah lagu yang  menceritakan hal ikhwal remaja yang mencari cahayanya sendiri sementara Hitam Beranjak Putih adalah lagu yang secara tegas menggaris bawahi sebuah situasi yang oleh sebagian orang kerap enteng dituliskan dengan kalmiat ‘akan indah pada waktunya’ dan yang hitam tak selalu gelap.

Serdadu Pelangi, adalah lagu yang dikemas dalam tempo yang berbeda. Bisa dibilang lagu ini adalah nyawa dari keseluruhan album. Dari sisi lirik pun, lagu ini mengisyaratkan sisi optimis yang paling tebal dibanding materi lainnya.

‘Sudah Waktunya Kita Bangkit dan Bergerak, Melawan Arah Hujan Datang Menerpa’

Sejujurnya, saya pun tidak banyak menaruh harapan saat ditawarkan untuk menyimak materi album ini lebih awal. Ketakutan saya sebelumnya bahwa album ini adalah materi-materi pop yang akan berjalan statis dan kurang berwarna sedikit demi sedikit terkikis saat saya mulai mencoba mendengarkan satu per satu dan mencoba untuk tidak mempermasalahkan lirik.

Album mini ini akhirnya beroleh tingkat kepuasan tersendiri bagi saya. Album yang akan lebih baik jika dinikmati dan didengarkan saja lebih dulu tanpa harus melirik teks lagu-lagunya.

Dan jika harus memilih track terbaik, saya toh lebih suka untuk menjadikan Hitam Beranjak Putih sebagai lagu jagoan, meskipun aransemennya berkesan lebih kelam dibanding lagu lainnya, namun selain keyword ‘PAGI’ yang diekspos nyata dalam semua materi, lirik lagu Hitam Beranjak Putih ini adalah sebuah penutup yang pas. Lebih nyaman didengarkan saat malam pekat sebelum pagi menjelang.

Secondline Personal Contact:

0858 2768 8079

IG : Secondline_ofcl

iko

Siasat Partikelir, Kolektif 13 Kota, Bergerak Bersama, Rapatkan Barisan!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *