APPAKABAJI

Tak elok rasanya memperbincangkan hal yang tak kita ketahui esensinya, tak kita pahami maksudnya dan tak kita mengerti hakikatnya. Seperti itu, membicarakan politik atau hal-hal yang bersinggungan dengannya juga buat saya adalah kesia-siaan karena saya dan banyak orang lainnya, tidak berada di garis itu dan tidak hidup disana.

Politik adalah permainan kepentingan dan penggunaan banyak hal untuk memuluskan tujuan. Itu yang saya yakini, bahwa politik (sekarang) bukan lagi menjadi hal yang dipergunakan untuk memperbaiki hal-hal yang kurang tapi lebih dari pengertian untuk melenggangkan sebuah tujuan yang baik buruknya bergantung pada pelakunya.

Hingga banyak orang yang merasa emoh dan ogah bersentuhan dengan hal itu, bisa sangat dimaklumi karena terlalu banyak kekecewaan dan ketidakjelasan yang terjadi justru pada saat kita menggantungkan banyak asa kepada beberapa sosok yang memakai kereta politik untuk coba mewujudkan keinginan yang belum tentu benar adanya.

Politik adalah juga jalan untuk membangun karir panjang nan lestari memungkinkan terjadinya praktek-prakter tak bermartabat demi mewujudkannya. Politik dipahami sebagian orang juga banyak bermakna negatif walaupun sebenarnya dari anggapan-anggapan itu seharusnya kita berupaya untuk mencari jalan tengah untuk mencoba mematahkannya demi kelangsungan kehidupan bersosial dan berbangsa.

Kehdupan kita sehari-hari memang butuh kekuasan yang mengatur tata cara bernegara diatasnya, namun jika hal tersebut diperoleh dengan jalan dan cara yang kurang bermartabat, maka makna politik itupun akan semakin buram dan malah akan menghempaskannya menjadi cercaan dan hinaan. Kita, saya dan kalian butuh banyak sosok yang jujur yang memaknai politik itu dengan pemahaman dan tindakan yang sebenar-benarnya untuk coba mencipta dn ujung-ujungnya mencoba mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara adil, luas dan merata.

Sejujurnya, saya tidak melihat itu ada di sosok-sosok bernama belakang besar dan berkuasa. Mereka mungkin dan bisa jadi juga baik, namun baik saja bukan jaminan bagi saya dan hati saya kembali. Saya mendambakan untuk mempunyai sosok yang berpolitik dengan perasaan rendah diri dan beretika baik.

Hampir 3 dekade silam, saya diperkenalkan dan dipertemukan dengan lelaki eksentrik dan dinamis, berpola piker sederhana namun dengan tatap mata tajam dan berhati keras layaknya singa. Saya yakin bahwa alam raya telah mengaturnya, melahirkan dan mempersiapkannya untuk menjadi seorang lelaki sejati. Sejak saat itu, saya dan dia, yang tinggal hanya dipisahkan oleh tembok setebal bata berjalan beriringan, saling menjaga dan sama merajut asa.

Lelaki itu tak pernah berhenti bekerja. Ia tak punya jam biologis yang mengharuskannya beristirahat sejenak. Ia adalah singa di belantara, kuat secara fisik dan mental, namun ia juga adalah lelaki dengan rasa cinta yang dalam bagi kebersamaan, kemanusiaan dan terdepan dalam toleransi. Ia adalah pria yang punya kemauan tak terbantahkan, apa yang ia cita-citakan tak akan surut untuk coba ia perjuangkan. Hal yang menjadikan ego dan hati saya berdamai untuk menempatkannya sebagai pemimpin dalam banyak hal. Tak pernah ia mengeluh karena berpeluh, tak pernah ia menangis karena kegagalan dan tak lekang semangatnya oleh pergantian waktu. Ia tak punya kosa kata ‘mundur’ dalam otaknya!

Hampir semua kesempatan yang membutuhkan banyak keahlian lelaki ia jalankan dan ia laksanakan. Sebagai pria yang sehat, ia menguasai dan berprestasi dalam kegiatan olah raga, sebagai pria bermartabat, ia membina sebuah keluarga yang taat terhadap keyakinan dan sebagai pemimpin dalam dunia usaha, tak pernah sunyi regenerasi terus berjalan, menandakan betapa sosok dan pengalamannya begitu lekat membuat pengaruh.

Beberapa waktu lalu, ia kembali memohon restu pada kami dan mentipkan pesan bagi semua keluarga dan kerabat agar rela memberinya kesempatan kembali untuk mencoba menaklukkan tembok yang pernah gagal ia runtuhkan. Banyak asa yang akan coba ia tempatkan dipundaknya seperti biasanya sejak bertahun-tahun sebelumnya. Ia meyainkan kami bahwa asa dan harapan yang belum terwujud itu adalah kewajiban yang harus ia bayar tunai. Kami, saya dan kawan-kawan bergembira, berbahagia dan bersuka cita bahwa ada harapan untuk melihat hal-hal baik itu terus berada di sekeliling.

Saya, dalam hal ini sebagai orang dekat dan juga sebagai anggota masyarakat yang banyak kecewa melihat kualitas perpolitikan negeri ini punya harapan besar yang Inshaa Allah akan saya amanahkan kepadanya. Satu suara saya pasti tak bernilai apa-apa, namun doa terbaik saya tak pernah berhenti untuknya

Tak pernah surut rasa bangga saya mejadikan ia sebagai kakak dan panutan, sekali lagi saya perkenalkan ia, lelaki sejati yang bernama FAUZI ANDI WAWO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *