DUL JAELANI, Bersenandung Diatas Cakrawala

Jika ini bukan tahun 2018, saya mungkin tidak akan menyangka seorang remaja kelahiran tahun 2000 bernama Ahmad Abdul Qadir jaelani bias menirukan banyak melodi dan bebunyian khas 90-an awal ke dalam berbagai karya. Dan bukan hanya itu, pola piker dan kehidupan kesehariannyapun ternyata juga sangat berbau era kelam itu.

Yup, grunge memang lahir dan besar dari daerah nomer sekian di seputaran kota Seattle sana, namun, gaya, dialek, sampai cara menyampaikan pesan masa itu menyebar dahsyat seantero bumi. Lirik lagu yang gelap bukan hanya menjadi penanda saja namun juga berujung sebagai sebuah kebangaan.

Dul (begitu biasanya saja memanggilnya) adalah sedikit dari generas terbaru music Indonesia yang sangat nyaman dengan era itu. Walaupun sebenarnya, era yang jauh sebelumnya juga mampu ditelaahnya menajdi sebuah kekuatan musical yang kental untuk dirinya.

Sebagai bagian dari anak baru (saya lebih nyaman menyebutnya demikian disbanding millennial), mengidolakan John Lennon, Pink Floyd, James Dean sampai Chuck Berry justru membuat Dul menjadi jauh lebih fasih mengeksploitasi kemampuan-kemanpuannya. Dul juga sangat nyaman menjadi rekan berbincang sambil membicarakan Red Hot Chili Peppers, Kurt Cobain, apalagi Coldplay dan deretan band british, sebuah kondisi langka untuk saat ini.

Kondisi dan kegemilangan music dari era yang ada jauh sebelum dia menyentuh gitar pertama kali mungkin bagi sebagian orang adalah sebuah ketidakpastian, namun, bagi saya kembali, Dul adalah satu dari sedikit musisi usia belasan yang mampu menceritakan bagaimana aransemen lagu Fix You nya Coldplay yang sebenarnya sangat sederhana itu punya daya ledak luar biasa yang mampu membius jutaan orang saat menyimaknya. Hal demikian membuat Dul makin pasti dan menjanjikan untuk menjadi musisi yang benar nantinya.

Di usia yang sangat muda, Dul telah bermain bersama banyak musisi yang jauh lebih senior dalam banyak panggung, dan bermain dengan saudara sekandung serta beberapa musisi yang usianya tak terpaut jauh dengannya untuk lebih dari sekedar mengasah intuisi bermusiknya. Backdoor dan Lucky Laki adalah contoh 2 band yang digelutinya, menelurkan berbagai lagu dan merilisnya untuk konsumsi public, namun, 2 nama band tersebut ternyata tak cukup kuat untuk menahan agresi dan letupan emosi yang seharusnya dituliskannnya menjadi lagu.

Di 2017 kemarin, Dul merilis single solonya berjudul ‘Kamu dan Aku’ secara independen yang cukup meriah diterima oleh penikmat music. Kamu dan Aku beroleh atensi yang cukup baik dengan banyaknya keterlibatan rekan media dan komunitas. Kondisi tersebut secara natural membuat Dul makin yakin bahwa putusnnya menjadi musisi solo adalah benar adanya.

Awal 2018, Dul mengolah sebuah materi lamanya yang diciptakan pada tahun 2015 silam, sebuah lagu yang dibuatnya dengan tema yang sekali lagi, sedikit nyeleneh jika ditakar dengan usianya, yaitu perjuangan seseorang untuk mencapai kemenangan abadi. Dul membuat coretan-coretan liriknya dengan membayangkan bahwa alam, adalah sebuah pencapaian tertinggi dalam kehidupan, karena alam adalah sebuah kondisi hakiki yang menawarkan tentang kepasrahan dan kesucian.

Cakrawala, judul lagu baru Dul jaelani, dibuatnya di beberapa studio dengan bantuan beberapa sejawatnya. Aransemen dan lirik lagunya murni adalah adaptasi nyata Dul Jaelani dari kekayaan bebunyian era 90-an yang coba disaringnya lebih kekinian. Menyimak dan mendengarkan Cakrawala adalah sebuah kondisi dimana beat-beat medium ala Kula Shaker mampu ditingkahi dengan vocal Dul Jaelani yang toh tidak melengking tinggi, namun juga tak perlu harus terus menggeram layaknya grunge yang digemarinya sangat. Aransemen vokalnya dalam lagu ini saya dengar dibuat sedemikian rupa untuk mengimbangi kondisi nyata dari tema lagunya sendiri.

Di usianya yang menginjak 18 tahun, Dul jaelani, lewat Cakrawala ini, sekali lagi meloncat jauh dari perkiraan banyak orang. Lagu ini adalah lagu yang secara faktuil adalah lagu yang cukup berat namun tak berarti tidak bias disimka secara nyaman oleh telinga anak muda jama sekarang. Bahwa music itu mampu menembus batas waktu, coba buktikan sendiri dengan menyimak secara seksama lagu Dul Jaelani berjudul Cakrawala ini.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *